Luar biasa, Ayu Asmiza, satu-satunya Perwakilan Unimal Pada Penelitian Etnografi di Jambi

Luar biasa, Ayu Asmiza, satu-satunya Perwakilan Unimal Pada Penelitian Etnografi di Jambi

LHOKSEUMAWE – Ayu Asmiza As. mahasiswi Program Studi Antropologi Universitas Malikussaleh angkatan 2017 yang baru menyelesaikan wisuda Maret lalu, lolos dalam penelitian etnografi di bawah naungan Direktorat Jenderal Kebudayaan untuk Kajian Cagar Budaya Nasional (KCBN) dalam kurun waktu kontrak selama 2 bulan di Candi Muaro Provinsi Jambi. Penelitian ini pun akan berlangsung mulai dari 20 April sampai dengan 19 Juni mendatang.

“Open rekrutmen dari 30 Maret dan diumukan tanggal 06 April 2022, tim yang diterima 6 orang dari Antropologi Universitas Indonesia, Alhamdulillah saya lolos satu-satunya dari Universitas Malikussaleh” ungkapnya dengan semangat melalui via selulernya kepada Marjinal (23/05).

Sebelumnya, sambung Ayu, keiktsertaannya pada penelitian nasional ini diawali dari pengiriman rekrutmen etnografi di grup WhatsApp Antropologi oleh Dr. Abdullah Akhyar Nasution selaku Ketua Program Jurusan Antropologi dan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Malikussaleh.

Rekrutmen ini pun diikuti seluruh Antropologi Indonesia untuk mengkaji Candi Muaro Jambi dalam kajian etnografi. Syarat dan ketentuan harus terpenuhi seperti lulusan Sarjana Antropologi baik Sarjana S1,S2 dan S3. Tak hanya itu, kepada peserta siap ditempatkan dalam bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri dan berpengalaman melakukan riset kajian lapangan. Setiap tim peneliti di tempatkan pada 6 desa di Kabupaten Maro Sebo.

Lanjutnya, pengalaman baru bagi seorang mahasiswa bekerja untuk pengembangan Candi Muaro Jambi sebagai tempat yang akan menjadi cagar budaya nasional ke depannya.

“Untuk itu, menjadi peneliti etnografi pertama perwakilan kampus merupakan hal membanggakan buat saya” tutupnya

Sekedar informasi, setiap tahunnya pelaku etnografi selalu membuka kajian kepada mahasiswa antropologi, arkeologi dan pengiat budaya dalam mengkaji cagar budaya, sosial budaya bersama pemerintah untuk membuat laporan pengembangan dan mereka akan merekrut para mahasiswa antropologi di seluruh Indonesia. [Nanda AB]